
ah.. sekelumit pertanyaan ..gundah gulana yg ku hadapi semakin terjerembab dalam “syahduan” bising lalulintas. kepenatan dari segala rutinitas duniawi yg kurasakan, dan segala kepedihan dari akibat kepekaan sebuah organ yg diperdebatkan antara hati dan otak. sebuah kebiasaan yang membuatku hampa ditelan amukan desiran menggebu dari waktu. sungguh ku kan terbiasa akan hal ini. atau akan terbiasa untuk berusaha mengabaikannya. hah… capek deh..!! semua fatamorgana kerisauan dan cengkraman sebuah urgensi. tek mungkin kumenghadapainya dengan terbelalak diiringi denyutan darah mengalir diseluruh jantungku, menggebu, mereda dan menggebu lagi. melawan? berontak? atau apatis?. monyet goblok saja mampu menjulurkan lidahnya sambil gelayutan di pohon imajinasiku sambil teriak melengking solah dia menertawakanku. dasar binatang primata jelek…!! untung saja kau diangkat sebagai pendukung Darwin.
yah.. Darwin si pencetus evolusi itu.. dan akupun berevolusi dengan imajinasiku. dari melata hingga bisa salto ke udara beraroma toxic dan uranium fosfor yang membuat pikiranku kacau dan jatuh tengkurap dan meradang menuju kesakitan yg amat sangat.
disela keributan kecil kehilangan bantal guling karena banjir, dari senyum kesempatan berorasi dari calon pejabat, dari gemericik ancaman titik hujan yg terus mengguyur sepanjang hari, dari kejenuhan ocehan lagi dan lagi dari biroktar yg selama ini mengungkungku. …. setelah menjalankan “rutinitas” magrib ku mendengar sayup2 dari tempat yg kutinggalkan tadi..yah benar.. tempatku bersujud tadi ketika menghadapNya. tempat tadi ketika ku memohon ampunan dan menghilangkan belatung kekotoran dari diriku.. ya benar.. aku mendengar suara takbir…. suara yg mengagungkanMU..
sejenak aku terdiam dalam kehampaan dan keterpakuan dari sekelilingku, dan segera itupula reaksi sel otak manusiaku mengirimkan deteksi ke arah bagian logika. “ternyata mereka tetap meng AGUNGKANMU meski Engkau memberikan cobaan berupa musibah kepada mahluk yg memujaMU …. dan akupun berusaha membantah dari final result otak Kiriku.. memvonis bahwa aku bersalah… namun entah mengapa ke Egoan itupun sirna dengan buaian lembut suara yg memujiMU YA ALLAH…
bergegas ku kerumah… .. ya benar.. aku pulang… dan aku salah.. aku memang salah…
maffkan aku YA ALLAH…
“Sesungguhnya hidupku dan matiku hanya kuserahkan kepadaMU… wahai Sang Kreator Agung…
salam dariku yg penuh harapan dan ingin fitrah kembali ke jalanMU ..
Gorontalo, 19 Desember 2007 pukul 18.30 WITA
disela aliran banjir, airmata, dan gerimis rintik hujan dari langit yg gelap… semalin gelap





