Catatan iseng sebagai Islam Kiri

Di berbagai milis apalagi milis JIL memang bnyak pikiran2 nyeleneh. Dua kubu saling hantam argumen. Tapi bukan sesuatu yg kosong. Cukup berarti buatku. Terkadang senyum2 sendiri di dpan komputer mengenai posting2 mereka. Para fundamen mainstream dan para liberalis dalam satu forum.

Tentang yang dua ini:
Yang satu melihat yang lain sebagai fundamentalis. Terlalu kolot,
tekstual,
nggak kreatif, hidup di abad silam.
Yang satunya lagi melihat yang lain sebagai liberalis. Terlalu bebas,
cenderung kurang ajar, tak tahu aturan, kebarat-baratan.

Keduanya memang akan sentiasa berpasangan, bahkan keduanya pasangan
yang
setia.
Keberadaan yang satu membuat yang lain ada.
Ketiadaan yang satu membuat yang lain sirna.

Penyataan dari pihak yang satu, sentiasa mengundang pihak yang lain
untuk
meluruskannya.
Pelurusan dari pihak yang satu sentiasa mengundang yang lain untuk
mengajak
melihat dari perspektif yang lain.

Mereka pasangan sejati, kelihatannya saling membenci, akan tetapi
yang satu
takkan dapat hidup tanpa yang lain.

Begitulah, aneh tapi nyata.

Hingga suatu saat nanti, ketika kekuatan tengah yang ada diantara
mereka
berdua menguat dan mendominasi, maka barulah pasangan ini akan sirna,
mereka akan melebur dan bersatu dalam kedamaian. Tak ada lagi
fundamentalisme, tak ada lagi liberalisme. Yang ada Islam sejati.
Takkan lama lagi, insya Allah.

2 Responses so far »

  1. 1

    Bagus juga renunganmu kawan…ana musti banyak belajar dari ente…
    Richie… Kalo tinggal Islam sejati yang tersisa, apa iya, kiamat sudah dekat? :)

  2. 2

    Richie Octavian said,

    kalo somo kiamat.. ana somo buru2 kaweng… hehehehe
    thanks to visit my blog friends


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words